Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Friday, August 06, 2010

Ketika Allah Memilihmu Untukku..

In da Name of Allah..


Alhamdulillah.. Setelah sekian lama tak update blog ni.. Rindu memang mencengkam untuk mengisi kembali ruangan ini dengan cerita-cerita terbaru.. Janji kpd sahabat untuk memberi karkuzari tentang Jemaah Masturat dari South Africa yang datang ke rumah saya awal Julai lalu pun masih tidak tertunai dek kerana begitu banyak perkara yang perlu dibereskan dalam tempoh sebulan kebelakangan ini. Selepas Jemaah dari SA, kami sekeluarga juga menerima jemaah masturat dari mahallah saya dan nusrah Jemaah Masturat dari Pakistan. 


Entri kali ini saya copied dan pasted dari FB sorang teman saya. Sangat syahdu puisi ini. Mohon izin untuk dipostkan di blog saya ini. Saya tujukan khas entri ini untuk tunang saya yang tersayang! Ops! Lupa nak bagitau.. Saya baru saja melangsungkan pertunangan pada minggu lepas. Doakan kami ye. =)


Buat Abang tersayang, terimalah puisi yang sy copied pasted nih! Hehe..

Ketika Allah Memilihmu Untukku =)





Padamu yang Allah pilihkan dalam hidupku..
Ingin ku beri tahu padamu..
Aku hidup dan besar dari keluarga bahagia..
Orang tua yg begitu sempurna..
Dengan cinta yg begitu membuncah..
Aku dibesarkan dgn limpahan kasih yang tak terhingga..
Maka, padamu ku katakan..
Saat Allah memilihmu dalam hidupku,
Maka saat itu Dia berharap, 

Kau pun sanggup melimpahkan cinta padaku..
Memperlakukanku dgn sayang yang begitu indah..


Padamu yang Allah pilihkan untukku..
Ketahuilah, 

Aku hanya wanita biasa dengan begitu banyak kekurangan dalam diriku,
Aku bukanlah wanita sempurna, seperti yang mungkin kau harapkan..
Maka, ketika Dia memilihmu untukku,
Maka saat itu, Dia ingin menyempurnakan kekuranganku dgn keberadaanmu.
Dan aku tahu, Kaupun bukanlah laki-laki yang sempurna..
Dan ku berharap ketidaksempurnaanku mampu menyempurnakan dirimu..
Karena kelak kita akan satu..
Aibmu adalah aibku, dan indahmu adalah indahku,
Kau dan aku akan menjadi 'kita'..


Padamu yg Allah pilihkan untukku..
Ketahuilah, sejak kecil Allah telah menempa diriku dgn ilmu dan tarbiyah,
Membentukku menjadi wanita yg mencintai Rabbnya..
Maka ketika Dia memilihmu untukku,
Maka saat itu, Allah mengetahui bahwa kaupun telah menempa dirimu dgn ilmuNya.. Maka gandeng tanganku dalam mengibarkan panji-panji dakwah dalam hidup kita..
Itulah visi pernikahan kita..
Ibadah pada-Nya ta'ala..


Padamu yg Allah tetapkan sebagai nahkodaku..
Ingatlah.. Aku adalah mahlukNya dari tulang rusuk yang paling bengkok..
Ada kalanya aku akan begitu membuatmu marah..
Maka, ketahuilah.. Saat itu Dia menghendaki kau menasihatiku dengan hikmah,
Sungguh hatiku tetaplah wanita yg lemah pada kelembutan..
Namun jangan kau coba meluruskanku, karena aku akan patah..
Tapi jangan pula membiarkanku begitu saja, karena akan selamanya aku salah..
Namun tatap mataku, tersenyumlah..
Tenangkan aku dgn genggaman tanganmu..
Dan nasihati aku dgn bijak dan hikmah..
Niscaya, kau akan menemukanku tersungkur menangis di pangkuanmu..
Maka ketika itu, kau kembali memiliki hatiku..


Padamu yang Allah tetapkan sebagai atap hunianku..
Ketahuilah, ketika ijab atas namaku telah kau lontarkan..
Maka dimataku kau adalah yang terindah,
Kata2mu adalah titah untukku,
Selama tak bermaksiat pada Allah, akan ku penuhi semua perintahmu..
Maka kalau kau berkenan ku meminta..
Jadilah hunian yg indah, yang kukuh…
Yang mampu membuatku dan anak-anak kita nyaman dan aman di dalamnya..


Padamu yang Allah pilih menjadi penopang hidupku…
Dalam istana kecil kita akan hadir buah hati-buah hati kita..
Maka didiklah mereka menjadi generasi yg dirindukan syurga..
Yang di pundaknya akan diisi dgn amanah-amanah dakwah,
Yang ruh dan jiwanya selalu merindukan jihad..
Yang darahnya mengalir darah syuhada..
Dan ku yakin dari tanganmu yg penuh barakah,

Kau mampu membentuk mereka..
Dengan hatimu yg penuh cinta, kau mampu merengkuh hati mereka..
Dan aku akan selalu jatuh cinta padamu..


Padamu yang Allah pilih sebagai imamku…
Ku memohon padamu.. Redhalah padaku,
Sungguh Redhamu adalah Redha Ilahi Rabbi..
Mudahkanlah jalanku ke Syurga-Nya..
Karena bagiku kau adalah kunci Syurgaku..

Saturday, June 26, 2010

Cerita tentang Seorang Anak Muda

In da Name of Allah...

Salam 'alaik, every1..

Al-kisah...
Diceritakan sebuah hikayat..
Seorang anak muda..
Berasa cukup berbaur perasaannya..
Marah, geram, sedih, tidak puas hati terhadap ego seorang manusia, kecewa..
Dan segala macam yang negatifnya..
Selepas melepaskan rasa-rasa itu kepada orang lain..
Lalu,
Anak muda itu teringat pesan seorang sahabat..

Di dalam hadith Rasulullah SAW ada menyatakan..
Jika masih marah, duduklah jika anda sedang berdiri, jika sedang duduk maka berbaringlah. Ini juga mungkin dapat meredakan kemarahan. Seterusnya, sunat mengambil wuduk kerana kepanasan marah boleh dikurangkan dengan air sembahyang. 
(Maksud hadis riwayat Abu Daud daripada Athiyah as-Sa’di)
Rujuk laman ini dan laman ini

Maka,
Anak muda itu terus menyejukkan diri dengan membasahkan dirinya..
Fikirnya, mandi untuk melegakan akan rasa-rasa itu..
Tapi,
Anak muda itu masih terasa kecewa..
Lalu,
Sambil menghalakan wajahnya ke pancuran air..
Anak muda itu menutup rapat-rapat matanya..
Menekan-nekan matanya supaya tiada ruang..
Untuk lelehan air matanya..
Secara jujurnya..
Anak muda itu sebenarnya..
Tidak mahu menitiskan walau setitik pun air matanya..
Hanya disebabkan hadirnya segala rasa-rasa itu..
Dan lelehan mutiara-mutiara jernih itu juga gagal turun ke pipinya..
Lalu,
Seusai itu,
Anak muda itu berwudhuk..
Dan mendirikan solat..
Mohon diampunkan segala kekhilafan diri..
Kerana baginya..
Rasa-rasa itu sebenarnya..
Allah datangkan untuk..
Menguji tahap kesabaran dan keimanannya..
Melalui makhluk lain..

Al-kisah..

Cerita ini hanya cerita dongengan dan rekaan penulis sahaja..
Mencuba untuk menulis dalam bentuk puisi..
Meluahkan rasa..
Berkongsi rasa..
Memcari idea..
Bertukar-tukar pandangan..Menyampaikan ilmu selagi termampu..
Dalam erti kata lain,
Mencari setitis ilmu..
Di dalam lautan ilmu Allah yang Maha Luas!
Hanya melalui pusi kata..
Seni itu sememangnya indah..!

Adios.
Assalamualaikum.

Tuesday, June 22, 2010

Warkah Rahsia untuk Dia yang Tersayang!

In da Name of Allah...

Aku ingat setiap sen yang dibekalkan
Oleh ibu dan ayah setiap pagi
Setipa suap makanan yang aku jamah
Akan menjadi darah daging aku
Penat lelah ibu dan ayah menjagaku
Akan ku gembirakan hati kalian dengan kejayaan

Istimewa warkah ini ingin kutujukan
Buat insan yang cukup berjasa kepada diri ini
Ibu dan ayah...
Mama dan abah...
Bonda dan ayahanda...
Ummi dan abi...
Apa saja panggilan untuk mereka
Tanpa mereka siapalah diri ini

Masa silih berganti
Dan aku kini sudah mampu berdiri sendiri
Aku telah pandai mengurus diriku

Tetapi
Di manakah insan yang cukup berjasa itu
Aku mengabaikan perasaan dan pendapat mereka

Tetapi
Mereka tetap bersamaku dalam diam dan doanya
Masih aku ingat sewaktu kecilku
Aku ditatang seperti minyak yang penuh
Sehingga mereka sanggup berkorban 
Apa saja yang mereka ada

Sesungguhnya mereka tidak pernah mengeluh
Semasa membesarkanku
Tiada perkataan menyesal tentang tingkah laku
Yang dalam diam mengguris perasaan mereka

Mak, ayah...
Mengapa kau terlalu baik kepada diri ini
Sedangkan aku banyak menyakitimu
Kadang-kala, aku tahu perkara itu salah
Tetapi mengapa aku melakukan
Demi memuaskan hati kecilku

Ummi, abi...
Layakkah aku bergelar anakmu
Yang soleh dan solehah dengan keadaanku begini?
Adakah masih ada ruang  untukku
Menebus segala kesalahanku ini..?

Ya Allah,
Ampuni segala dosaku,
Dosa ibu ayahku
Sepertimana mereka membesarkanku
Sehingga ke hari ini...!
Amien Ya Rabb!!!

Saturday, April 10, 2010

Saat Itu dan Hati Ini

In da Name of Allah...



Setelah sekian lama
Tak mendengar khabar darinya
Hati yang mengharap
Jadi pasrah
Hati yang terkilan
Jadi redha

Setelah sekian lama
Tak mendengar khabar darinya
Hati jadi tabah
Diri jadi kuat
Mata tak lagi mengalirkan
Titisan-titisan jernih

Setelah sekian lama
Tak mendengar khabar darinya
Tiba-tiba didatangi berita tentang dirinya
Maka
Hati jadi gundah

Setelah sekian lama
Tak mendengar khabar darinya
Tiba-tiba didatangi berita tentang dirinya
Hati jadi sayu
Hati jadi pilu
Hati jadi rindu

Hati memahami
Rasa itu
Tapi tak sama

Hati ingin
Berkongsi rasa itu
Tapi tak mampu

Hati ingin
Meringankan beban itu
Tapi tak mungkin

Hati ingin
Melepaskan
Membiarkan ia berlalu
Merelakan pemergiaannya
Membuang rasa harap itu
Tapi mengambil masa

Diri mula berpijak di bumi yang nyata
Yang pergi biarkan ia pergi
Jika ia kembali
Anggaplah ia adalah
Satu keajaiban dan rahmat bagimu

Segala-galanya
Bermula dengan
Hablum minan nas
Kembali kepada
Hablum minallah

Hati berbisik,
"Pergilah.. Jika itu yang terbaik untuk semua.."

Hati kembali yakin dengan
Janji-janji-Nya

Ya Allah!
Berilah lah aku kekuatan!!!
Kurniakanlah keampunan terhadapku!!!
Amien, Ya Rabb!

Monday, March 22, 2010

Buatmu yang bernama WANITA

In da Name of Allah...


Kau Bungaku, Moga Kekal Mekar Sehingga ke Akhir Hayat
Wahai Bungaku,
Jadilah engkau seperti lebah,
hinggap di atas bunga-bunga yang semerbak harum
dan ranting-ranting yang basah.

Wahai Bungaku,
Engku tidak memiliki waktu untuk mencari aib manusia
serta mengumpulkan kesalahannya.

Wahai Bungaku,
Jika Allah sentiasa bersamamu,
Maka siapakah yang harus engkau takuti?
Sebaliknya,
Jika Allah menjadi musuhmu,
Maka kepada siapa engkau akan berharap?

Wahai Bungaku,
Api kedengkian akan memakan tubuh,
dan terlalu mudah cemburu adalah api yang terus membara.

Wahai Bungaku,
Jika engkau tidak siap hari ini,
belum pasti esok akan menjadi milikmu.

Wahai Bungaku,
Tinggalkanlah olehmu dengan cara yang baik
dari majlis-majlis yang melalaikan
serta majlis yang penuh dengan persengketaan.

Wahai Bungaku,
Jadilah engkau dengan akhlakmu
lebih cantik dari taman yang indah.

Wahai Bungaku,
Perbanyakkanlah olehmu dengan berbuat baik,
Maka sesungguhnya,
Engkau akan menjadi manusia yang paling bahagia.

Wahai Bungaku,
Serahkan urusan makhluk kepada penciptanya,
Orang yang dengki sampai ia dia mati,
dan yang memusuhi sampai terlupakan.

Wahai Bungaku,
Kenikmatan barang yang haram akan menjadikan kehinaan,
penyesalan dan hukuman.

Berbahagialah engkau, duhai bungaku...!!!
Sumber: 130 Tips Menjadi Wanita Paling Bahagia Di Dunia.

Sunday, March 21, 2010

Untukmu Si Mawar Idaman



Sudahkah engkau melihat lihat duri pada mawar itu?
Di kelopak itu terdapat putik yang indah merekah.

Kepada si Mawar Idaman,
Kudoakan kau mekar di taman Islami,
Diakari rasa bertuhan,
Dihiasi haruman akhlak dan iman,
Kerana itulah ukuran...
Jelitanya seorang perawan!

Mawarku,
Belajarlah bersabar seperti sabarnya seorang wanita yang bernama Asiyah, isteri Fir'aun...
Setialah seperti Khadijah RA, isteri pertama Rasulullah SAW...
Jujurlah seperti Aisyah RA, isteri Rasulullah yang paling muda usianya...
dan 
Teguhkanlah hatimu seperti Fatimah, puteri Rasulullah SAW...

Ingatlah, Mawarku...!!!
Isteri Nabi Nuh dan Nabi Luth dua wanita yang khianat,
Maka celakalah keduanya!
Sedangkan Asiyah dan Maryam adalah wanita-wanita yang beriman,
Maka terhormatlah kedua-duanya!
 

Ya Allah,
binakanlah untukku sebuah rumah di syurga
yang dekat dengan-Mu.



 
    

Wednesday, March 17, 2010

Erti Sebuah Cinta

Oleh: Alang Kelana

Rabiatul Adawiyah pernah berdoa:
Ya Allah,
Kau berikanlah neraka
Kepada hamba-hambamu yang kafir,
Dan kau anugerahkanlah syurga
Untuk hamba-hambamu yang mukmin,
Tetapi
Untukku kau anugerahkanlah cintamu.

*~~~ * ~~~* ~~~* ~~~* ~~~* ~~~* ~~~* ~~~* ~~~* ~~~* ~~~* ~~~* ~~~*
Rabiatul Adawiyah... 
Jauh sungguh tahap cintamu dengan cintaku terhadap-Nya...
Alangkah indahnya jika aku juga memiliki jiwa yang kental sepertimu dlm mentaati-Nya...
Allah..!!! Allah!!!
Allahu Ghafur...!!!

Terimalah aku, Ya Allah...!!!